Mandalamekar Desa Berwawasan Lingkungan
Banyak
orang menyatakan bahwa saat ini kita tengah menghadapi yang namanya
pemanasan global atau global warming dalam bahasa kerennya. Banyak
kalangan beropini tentang bahaya yang dapat ditimbulkan dari dampak
pemanasan global ini. Tapi rasanya semua masih dalam batas opini,
pendapat dan anjuran semata untuk mengurangi atau bahkan menghindari
dampak dari pemanasan global ini, sedangkan tindakan atau implementasi
di lapangan bisa dikatakan masih jauh dari harapan.
Semua boleh beropini, semua boleh
berkampanye tentang hal ini bahkan harus. Namun yang jauh lebih penting
adalah tindakan nyata dalam mencegah dampak pemanasan global tersebut.
salah satu cara yang paling banyak dikampanyekan adalah dengan menanam
pohon, bahkan Departemen Kehutanan membuat kampanye dengan jargon “One man One tree” (satu orang satu pohon). Kampanye ini dimaksudkan agar ada aware dari masyarakat agar mau membantu pemerintah dalam mencegah efek lebih besar dari pemanasan
Tak banyak pemerintah di pedesaan yang paham dan mengerti tentang apa itu global warming,
apa dampaknya dan bagaimana cara menanggulanginya? Disebuah desa
terpencil yang tak pernah diperhatikan oleh pemerintah Kabupaten
terlebih oleh pemerintah Provinsi dan Pusat, apa yang saat ini sedang
banyak dikampanyekan diberbagai media tentang pencegahan pemanasan
global sudah lama dilakukan oleh masyarakat di desa tersebut.
Desa tersebut bernama Desa Mandalamekar
Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya – Jawa Barat. Desa ini
memiliki sebuah program reboisasi atau penghijauan massal dan
berkesinambungan, untuk merealisasikannya Tokoh Masyarakat membuat
sebuah naungan berupa paguyuban dengan nama “Mitra Alam Munggaran”,
diharapkan dengan adanya paguyuban ini semua program yang ada dapat
terealisasi dan terarah.
Karena tanpa disadarai di kedua lahan
tersebut begitu banyak potensi wisata yang tersimpan, seperti Air Terjun
dan Gua-gua. Dalam merealisasikan program ini pemerintah desa tidak
bekerja sendiri karena selain didukung paguyuban Mitra Alam Munggaran,
mereka juga didukung oleh segenap masyarakat dan beberapa sekolah yang
ada di desa tersebut.
Semoga saja kesadaran kecil dari desa
yang terpencil ini, bisa menggugah, bisa menjadi contoh bagi Desa yang
lain bahwa dalam membangun kita tidak perlu selalu menunggu uluran
tangan dari pemerintah. Inisiatif dan partisipasi masyarakat lokal akan
jauh lebih bisa dirasakan hasil dan manfaatnya, karena jika kita hanya
menunggu uluran tangan dari pemerintah entah tahun berapa kita bisa
bangkit. Dimulai dari hal kecil yang dilaksanakan secara konsisten.
(deni/cnj).
0 komentar:
Posting Komentar