Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 06 Februari 2014

YDSF Ikut di Acara Penghijauan & Santunan Siswa Yatim SMPN 45 Surabaya

YDSF Santuni Yatim n penghijauan

Bertepatan dengan acara silahturahim dan penghijauan di SMP Negeri 45 Surabaya, YDSF yang diwakili Kamil Mukhtar, Koordinator Program Beasiswa Yatim, memberi santunan kepada 8 anak yatim senilai Rp 5 juta, Selasa (16/7).
Dalam beberapa tahun terakhir, SMP Negeri 45 Surabaya memang aktif melakukan penghijauan di lingkungan sekolah. Itu bisa terlihat dari banyaknya budidaya bibit tanaman dari polybag atau pot. Para siswa-siswi sangat aktif membudidayakan sejumlah tanaman di sekolah.
Dengan lingkungan sekolah yang bersih, asri dan hijau akan meningkatkan minat belajar siswa. Di lain sisi, pihak sekolah berkeinginan agar SMP Negeri yang berlokasi di Jalan Mulyorejo ini bukan lagi dianggap sebagai sekolah yang terpinggirkan.
“Kami selalu berharap dan berusaha agar SMP Negeri 45 Surabaya bukan dicap sekolah pinggiran. Kedepan kami punya harapan yang lebih baik. Dan mudah-mudahan tahun mendatang bisa memenuhi persyaratan dan mampu bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan di Surabaya. Kebetulan anak-anak punya tim adiwiyata jadi mereka memang dididik untuk peduli pada lingkungan dan mampu mencetak anak yang berakhlakul kharimah,” jelas Yulia, Kepala SMP Negeri 45 Surabaya.
Pada kesempatan yang sama, Kamil mengatakan, “Bagi kita menanam pohon itu merupakan pelajaran yang sangat penting. Kami diundang untuk memberi semangat pada mereka anak yatim, khususnya semangat untuk belajar,” tuturnya.(naskah-foto Rangga).{}

KEMPEN PENGHIJAUAN BUMI





Pada 24hb April 2010 sekolah ini sama-sama menyertai Kempen Penghijauan Bumi. Beberapa batang pokok telah ditanam ditebing sungai yang terdapat di sekolah ini. Oleh Herman Rahim

Enam Relawan dari Perancis dan Swedia Bantu Penghijauan Mangrove di Bali

Enam relawan dari Perancis dan Swedia membantu ProFauna melakukan penghijauan hutan mangrove di kawasan Yeh Buah, Kabupaten Jembrana, Bali. Dalam kegiatan yang dilakukan di awal Juli 2013 itu ProFauna juga dibantu oleh kelompok pecinta alam Sispala dari SMP 1 Mendoyo yang dengan penuh semangat melakukan penghijauan. Keenam relawan ProFauna yang semuanya wanita itu adalah Clara David-Mougel, Tifenn Le Goffic, Pauline Vier, Mathilde Bourjac, Malou Pettersson, Line Asp.
Enam Relawan dari Perancis dan Swedia Bantu Penghijauan Mangrove di Bali
Relawan ProFauna itu selama di Bali bukan hanya melakukan penghijauan mangrove, namun juga terlibat dalam program konservasi penyu yang ada di pantai-pantai di Kabupaten Jembrana. Mereka juga terlibat dalam program edukasi- ke sekolah-sekolah yang ada di dekat pantai. Juru kampanye ProFauna Bayu Sandi mengatakan, "ProFauna mengucapkan terima kasih kepada relawan dan supporter ProFauna yang mendukung program kelautan ProFauna di Bali, ini sebuah hal yang sangat positif karena ada partisipasi aktif dari masyarakat".

PENGHIJAUAN SEKOLAH


Foto Sebelumnya
penghijauan sekolah
MUARA TAMI, 2/10 - PENGHIJAUAN SEKOLAH. Sejumlah siswa-siswi SMK Negeri IV melakukan penghijauan di halaman sekolahnya di Koya Barat, Kecamatan Muara Tami, Jayapura, Papua, Sabtu (2/10). Penanaman pohon matoa sebanyak 600 pohon tersebut dalam rangka HUT SMK Negeri IV dan juga sebagai pelaksanan program �One Man One Tree� di lingkungan sekolah. FOTO ANTARA/Anang Budiono/Koz/ama/10.

Albasia Untuk Penghijauan


Bibit pohon Albasia tengah dikembangkan untuk penghijauan ditengah banyaknya lahan tandus pasca aktifitas perusahaan-perusahaan pertambangan. Ikatan Pemuda Karya Bintan melihat hal ini sebagai peluang bisnis.
*IPK Akan Tanam Puluhan Ribu Bibit
*Peluang Bisnis Ditengah Aktifitas Tambang
BINTAN, TRIBUN – Tiga ribu lebih bibit pohon Albasia tengah disiapkan
Ikatan pemuda Karya (IPK) Bintan. Banyaknya lahan-lahan eks pertambangan
yang terbengkalai dan menjadi lahan tandus membuat ide pembibitan untuk
pohon ini muncul dikalangan anggota.
Bibit-bibit pohon tersebut menurut, Ramdan, Sekretaris IPK didatangkan dari
Jawa Barat sekitar akhir September lalu. Masa tanam bibit Albasia akan
dilakukan selama 4 hingga 5 bulan sebelum digunakan untuk kegiatan
penghijauan.
“Jika umur 4 bulan tingginya bisa 1,5 meter. Baru bisa dipakai untuk
penghijauan. Pohon ini bisa mencapai tinggi antara 20 hingga 25 meter dalam
jangka waktu 5 tahun. Selain untuk penghijauan bisa digunakan untuk kayu
olahan,” ujar Ramdan, saat ditemui di area pembibitan di Kijang, Rabu
(14/12/2011).
IPK sendiri menurutnya akan menyediakan bibit-bibit pohon ini untuk
ditawarkan kepada perusahaan-perusahaan tambang yang akan mereklamasi lahan
setelah habis masa penambangannya.
“Harganya bisa Rp. 7.000 per batang. Biasanya konsumennya adalah
perusahaan-perusahaan tambang. Namun kita sebenarnya menyiapkan ini untuk
berbagai aksi sosial Ormas ini, rencananya kami dalam waktu dekat akan
mengadakan penghijauan. Tanaman ini punya berbagai kelebihan seperti, tahan
lama. Selain itu penanaman pohon ini bisa diproyeksikan untuk hutan
produktif karena kayunya bisa dimanfaatkan dan ditanam ulang,” sebutnya.
Apa yang dilakukan Ikatan pemuda Karya saat ini menurut Ramdan hanya
sebatas percobaan awal. Dia mengatakan masih banyak evaluasi dan hal-hal
yang perlu dipelajari. “Kami pun berharap pemerintah mau memfasilitasi

Para siswa peduli lingkungan melalui penghijauan

17/01/2012 Para siswa peduli lingkungan melalui penghijauan thumbnail
Sebanyak 62 siswa Sekolah Menegah Kejuruan  Katolik (SMKK) Kusuma Atambua mengadakan aksi penghijauan guna menyambut pesta sekolah yang jatuh pada 15 Januari.
Gerakan penghijauan ini dilaksanakan di desa Baukoek di lahan sekolah yang memiliki luas sekitar 40 hektare.
Lahan tersebut diberikan kepada warga setempat khususnya para pengungsi eks Timor-Timur untuk digarap dengan ketentuan memiliki surat perjanjian yang selalu diperbaharui setiap tahunnya dan hanya bisa ditanami tanaman umur pendek seperti jagung, ubi kayu, kacang tanah serta sayur-sayuran.
Di atas lahan itu ditanami 1.500 anakan pohon Mahoni dan Jati Putih yang disumbangkan oleh dinas kehutanan kabupaten Belu. Anakan pohon tersebut terdiri dari 1.000 anakan Mahoni dan 500 anakan Jati putih.
Suster Yosefrida SSpS dan beberapa guru, para siswa menanam anakan-anakan pohon tersebut.
Suster  Yosefrida mengatakan di sela-sela kegiatan tersebut, “Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian siswa dan sekolah terhadap global warming dan kegiatan ini mau menanamkan semangat back to nature dalam diri para siswa. Selain itu kegiatan ini pula mau mendukung program pak SBY yakni gerakan menanam 1.000 pohon.”
Salah satu siswa SMKK Kusuma Atambua, Yudith Maria Lake kepada ucanews.com mengatakan, “Sebagai siswa yang mengambil program jurusan pariwisata, saya sangat mendukung aksi ini mengingat kawasan yang asri seperti hutan lindung yang baik akan sangat mendukung sektor pariwisata.”
Ia mengharapkan agar setiap komunitas seperti sekolah kiranya mulai membangkitkan semangat kecintaan pada alam dan lingkungan sekitar lewat berbagai aksi nyata seperti yang dilakukan pada hari ini.

PPA UMS ditutup aksi penghijauan


UMS
Sukoharjo (Solopos.com)–Kegiatan Program Pengenalan Akademik (PPA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ditutup aksi penghijauan dengan menanam pohon langka di Edu Park UMS, Kamis (15/9/2011). Sekitar 100 mahasiswa baru yang merupakan wakil dari masing-masing fakultas di UMS, terlibat dalam kegiatan tersebut.
Kepala Bagian Humas UMS, M Agus Mulyanto, menjelaskan kegiatan ini dikoordinir oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Malimpa dan dipandu langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Prof Dr Absori. Penanaman pohon dimulai secara simbolis oleh Absori, kemudian diikuti oleh para mahasiswa baru. Pohon yang ditanam antaralain pohon sapu tangan, kepel, ketepeng, salam dan mahoni.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan dan berpartisipasi langsung melestarikan beberapa pohon yang dianggap langka agar jangan sampai punah,” jelasnya dalam rilis yang diterima <I>Espos<I>, Jumat (16/9/2011).